20 Mei 2024

Alergi dingin pada anak menjadi salah satu kondisi dimana sering terjadi pada anak-anak. Ini biasanya ditandai dengan ruam pada kulit ataupun batuk-batuk ketika cuaca sedang dingin ataupun terkena makanan minuman dengan suhu yang rendah. Walaupun terlihat sepele, tetapi alergi yang diderita oleh anak anda tidak boleh disepelekan begitu saja.

Alergi sendiri merupakan kondisi dimana sistem imun bereaksi terhadap suatu benda asing dimana umumnya tidak akan menimbulkan reaksi kepada orang lain. Dari sekian banyaknya jenis alergi, alergi dingin menjadi salah satu kondisi dimana sering menimpa anak-anak dan sangat mungkin terjadi pada anak anda.

Penyebab Alergi Dingin Pada Anak

Adapun alergi dingin pada anak biasanya ditandai oleh beberapa gejala diantaranya adalah kulit terasa gatal dan muncul bentol-bentol. Tangan menjadi bengkak setelah memegang objek yang dingin, munculnya bercak atau ruam kemerahan pada kulit hingga kondisi yang parah adalah bibir dan tenggorokan akan menjadi bengkak seusai mengkonsumsi makanan atau minuman yang dingin.

Sedangkan untuk penyebab alergi ini sendiri memang belum diketahui pasti. Namun, penyebab utamanya adalah ketika sistem imun beraksi terhadap suhu dingin baik udara, air, makanan minuman ataupun benda-benda lainnya.

Suhu dingin itulah yang ternyata memicu pelepasan adanya zat histamine dimana menyebabkan munculnya bentol-bentol. Disamping suhu dingin atau urtikaria dingin, ternyata alergi inipun juga bisa dipicu oleh cuaca berangin ataupun lembab.

Selain factor diatas, alergi pada anak inipun disebabkan juga oleh factor genetic maupun jenis penyakit tertentu. Apabila orang mempunyai riwayat alergi dingin maka kemungkinan besar akan diwariskan kepada anaknya. Risiko kondisi tersebut akan meningkat jika anak anda menderita jenis penyakit tertentu.

Kondisi seperti diatas memang biasanya hanya berlangsung dalam waktu sehari saja tetapi dalam kasus parah bisa bertahan hingga dua hari. Sebaiknya jangan pernah meremehkan alergi dingin pada anak karena bisa menimbulkan komplikasi dan segera bawa ke dokter apabila tidak kunjung membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *