24 Februari 2024
3 Gejala Stunting Anak

Mengenal stunting, masalah kesehatan ini bukan hanya ada di Indonesia saja bahkan sudah dimiliki dan dialami beberapa anak di seluruh dunia. Merujuk dari UNICEF, tidak sedikit anak yang mengalami stunting, bahkan sudah mencapai 150 juta anak tersebar di seluruh dunia.

Walaupun sudah dialami banyak anak, masih banyak orangtua belum mengenal dengan baik apa itu stunting pada anak hingga bagaimana menghindarinya.

Dijelaskan oleh World Health Organization (WHO), stunting merupakan sebuah kondisi dimana terjadi keterlambatan terhadap pertumbuhan yang dimiliki buah hati. Hal ini membuat tinggi badannya memiliki keadaan lebih rendah dari standar seharusnya dimiliki oleh anak-anak.

Hal ini terjadi dikarenakan secara kronis anak mengalami kekurangan gizi, infeksi terjadi terus berulang-ulang hingga stimulasi psikososial yang terjadi tidak memadai dan berjalan dengan baik. Berikut penjelasan detail mengenai stunting.

3 Gejala Stunting Anak

3 Gejala Stunting Anak

Sangat penting mengenal ciri-ciri stunting agar mendapatkan penanganan khusus oleh dokter. Setelah mengenal apa itu Stunting pada anak, berikut gejala yang mungkin dialami oleh buah hati.

Tinggi Badan Pendek

Anak yang mengalami hal ini, akan memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seumurannya. Memiliki badan sangat pendek, menjadi ciri utama stunting paling jelas. Hal ini dikarenakan kurangnya nutrisi yang diterima dalam jangka panjang hingga terjadi infeksi secara berulang terutama di 1000 hari pertama di kehidupannya.

Perkembangan Fisik Terlambat

Ciri lainnya yaitu perkembangan fisik terjadi keterlambatan, salah satunya pada motorik. Tentunya dengan adanya keterlambatan ini, akan membuat perkembangan fisik juga kognitif buah hati memiliki dampak buruk.

Risiko Infeksi Tinggi

Sistem kekebalan pada anak terbilang lebih rendah, dikarenakan sistem kekebalan semakin menurun. Anak stunting akan lebih sering terkena penyakit bahkan mengalami infeksi cukup parah. Dengan risiko infeksi secara berulang, membuat tumbuh kembang semakin bermasalah.

3 Cara Mencegah Stunting Anak

Banyak cara bisa dilakukan dalam mencegah stunting. Selain mengenal penjelasan lengkap apa itu stunting pada anak, ketahuilah beberapa tindakan terbaik dalam mencegah masalah kesehatan berikut terjadi pada buah hati Anda.

Meningkatkan Asupan Gizi dan Nutrisi Selama Hamil

Pastikan selama kehamilan, asupan nutrisi tepat dan seimbang untuk kesehatan ibu dan janin. Konsumsilah makanan berprotein, vitamin, mineral hingga karbohidrat. Pastikan juga suplemen zat besi dan asam folat tercukupi agar bayi memiliki berat cukup dan normal.

Memberikan ASI Eksklusif

Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dikarenakan ASI memiliki kandungan sebagai kekebalan secara alami untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Setelah 6 bulan, bayi sebaiknya mendapatkan asupan tambahan agar gizinya terpenuhi.

Memberikan Makanan Pendamping

Pastikan saat bayi mengkonsumsi makanan pendamping, asupan yang dimilikinya mengandung nutrisi cukup dan selalu disesuaikan dengan seiring bertambahnya usia. Pastikan makanan mengandung protein, vitamin hingga mineral cukup sesuai takarannya.

Memang mencegah stunting bukan hal mudah, perlu kerjasama semua pihak dalam mengatasi hal ini. Pastikan banyak orang memahami apa itu stunting pada anak, bagaimana cara mencegah hingga mengenal ciri-cirinya agar tidak banyak anak mengalami hal ini di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *