19 Februari 2021 3 Macam Gangguan Pencernaan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

3 Macam Gangguan Pencernaan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gangguan pencernaan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa. Kondisi ini biasanya terjadi pada sistem pencernaan dan menyebabkan penderita terganggu aktivitasnya.

Apalagi jika gangguan pencernaan pada anak terjadi, maka akan memengaruhi perkembangannya. Oleh karena itu, Ibu harus waspada dan berusaha mengatasinya. Lantas, apa saja gangguan pencernaan pada anak yang rentan terjadi? Yuk simak ulasannya berikut!

Diare

Hal ini terjadi karena usus anak-anak masih dalam kondisi lemah dan sensitif daripada usus dewasa. Ditambah lagi, tidak semua jenis makanan dapat dicerna oleh usus anak sehingga rentan mengalami diare. Diare pada anak dapat terjadi selama beberapa hari dan akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, diare juga bisa diatasi dengan obat-obatan.

Apabila diare terjadi dalam jangka pendek, biasanya berlangsung selama beberapa hari dan disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara, diare kronis dapat berlangsung lebih lama hingga empat minggu. Gejala diare pada anak diantaranya kram, sakit perut, perut kembung, mual, demam, dehidrasi, dan keinginan untuk buang air besar terus menerus. Sedangkan jika gejala lebih parah ditunjukkan dengan adanya ruam, demam, menangis saat buang air besar, hingga perdarahan.

Pertolongan pertama yang Ibu harus lakukan dengan cara memberikan larutan gula dan garam atau disebut oralit. Berikan pula cairan lebih banyak dan konsumsi makanan lunak. Biar tidak bertambah parah, bawa anak Anda ke dokter.

Kolik

Selain diare, gangguan pencernaan pada anak yang rentan terjadi adalah kolik. Kondisi ini rawan terjadi pada bayi usia 3-4 bulan setelah lahir. Gejala kolik ditandai dengan tangisan bayi selama 3 jam perhari, lebih dari 3 hari per minggu, dengan durasi 3 minggu bahkan lebih. Biasanya, bayi yang mengalami kolik juga sering bersendawa.

Gangguan ini sebenarnya terjadi karena bayi masih dalam tahap penyesuaian diri, tidak mampu menenangkan diri, dan alergi susu. Beberapa hal yang perlu Ibu lakukan ketika sang buah hati mengalami kolik yaitu memastikan bayi tidak kelaparan, sering mengganti posisi bayi dengan cara digendong, mengayun pelan-pelan, dan memeluknya.

Alergi Makanan

Satu lagi yang perlu Ibu waspadai dari gangguan pencernaan pada anak yaitu alergi makanan. Kondisi ini terjadi karena respon tubuh terhadap makanan tertentu. Dalam hal ini, Ibu harus memperhatikan betul asupan makanan dan minuman anak. Jika perlu, konsultasi dengan dokter untuk mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan.

Memberikan makanan bergizi bagi anak adalah keharusan bagi orangtua. Selain itu, berikan pula tambahan nutrisi dari susu seperti susu. Pasalnya, susu terdiri dari minyak ikan omega 3 dan omega 6, pati jagung, FOS:GOS 1:9, 13 vitamin, serta 7 mineral yang mampu penuhi kebutuhan serat dan mencegah gangguan pencernaan si kecil.

Di-tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *